IMM IN ACTION : BAKSOS IDUL ADHA 1431 H

Foto baksos

Senin 15 November 2010, sore hari sekitar pukul 16.00, 11 mahasiswa UNY yang tergabung dalam Panitia Bakti Sosial PK IMM UNY 2010 tiba  di Dusun Pengos, Desa Giring. Menggunakan sepeda motor, kesebelasan orang tersebut berangkat dari Jogja. Setelah menata base camp yang akan digunakan untuk menginap dan kordinasi antarpanitia,  Penanggung jawab TPA segera menjalankan tugasnya. Ada duabelas anak dan remaja yang bertempat tinggal di Dusun Pengos dan sekitarnya. Mereka dibagi sesuai usia, kemudian dibimbing oleh beberapa panitia yang siap bertugas.

Ba’da sholat isya panita mengadakan kajian. Kajian bertema “Korban yang Berkurban” disampaikan oleh Immawan Aan dengan kocak dan menarik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UNY mengadakan bakti sosial terkait dengan momentum Idul Adha yang jatuh pada tanggal 16 November 2010 (17 November untuk sebagian umat Islam di Indonesia). Setelah menjalankan survei beberapa kali di lokasi-lokasi yang dianggap sangat membutuhkan, akhirnya diputuskan Dusun Pengos sebagai lokasi pusat baksos IMM UNY periode 2010/2011. Dusun pengos berada di Desa Giring, Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul. Sebagian besar warganya merupakan mualaf dan sebagian lainnya masih memeluk agama Kristen dan Buddha. Baksos kali ini diikuti oleh 34 panitia, dengan rincian 22 immawan dan 12 immawati.  Panitia berasal dari Pimpinan Komisariat IMM UNY 2010, post structural, dan dari beberapa kader baru IMM.

Suara takbir menggema di dusun yang berada di Kabupaten Gunungkidul tersebut. Masyarakat  yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekerja ladang, berjalan bersama menuju tempat sholat.  Sholat Idul Adha diselenggarakan di lapangan depan SD Sanjaya. Panitia baksospun mengikuti gelaran sholat id dengan khidmat.

Setelah acara sholat yang diikuti dengan khutbah Id yang bertemakan pengorbanan, rangkaian acara baksos IMM dilanjutkan dengan penyembelihan delapan ekor kambing. Tujuh ekor kambing adalah kurban dari warga dan satu ekor kambing berasal dari PR 2 Universitas Negeri Yogyakarta, Bapak Sutrisna. Satu persatu kambing disembelih dan didistribusikan ke warga dusun Pengos. Pembagian daging kurban berjalan lancar.

Acara yang paling ditunggu adalah bazar. Bazar berupa penjualan secara murah pakaian bekas layak pakai. Harga yang dipatok mulai dari Rp 500,- hingga Rp 3.000,-.  Bazar dimulai sekitar pukul 13.00 ba’da sholat dhuhur. Tidak sampai dua jam sejak bazar dimulai, 4 kardus pakaian sudah ludes dibeli warga. Hasil bazar didonasikan untuk pengelolaan TPA Masjid Nurul Islam.

 

 

Malam harinya, Immawan Zanu dan Immawan Satrio datang  membawa 15 kambing dari donatur sekitar  pukul 20.35. Suara kambing bersahutan ketika diturunkan dari mobil pengangkut setelah menjalani track yang cukup gelap dan bergelombang. Kemudian kambing dimasukan ke kandang darurat yang berada di belakang masjid Nurul Islam. Ada kejadian yang unik ketika proses penurunan kambing, yaitu satu kambing lepas, namun akhirnya dapat diikat kembali. Suasana menjadi hening kembali. Para immawan bergantian menjaga dan mengawasi ke -15 kambing yang sudah diamanahkan oleh sang donatur kepada panitia baksos.

 

Keesokan harinya, Rabu (17/11/10) 15 kambing disembelih. 14 dari kak Ita dan 1 ekor dari pak Handita. Total kambing yang didistribusikan oleh IMM UNY 16 ekor : 10 ekor untuk korban merapi yang mengungsi di barak-barak posko induk yang dikelola oleh PDM Magelang, 6 ekor untuk warga dusun Pengos, Desa Giring, Paliyan, Gunungkidul. Keenam kambing tersebut disembelih oleh penjagal sembari mengucapkan kalimat takbir. Kambing-kambing di sembelih, didistribusikan dan sebagian dimasak untuk kemudian disajikan pada bapak-bapak yang sudah berkerja keras menangani sesi penyembelihan.

 

Kisaran pukul 12.00 WIB mobil pick –up yang hendak mengangkut daging kurban ke Magelang sampai. Tibanya pick-up menandakan bahwa panitia baksos harus mengakhiri rangkaian acara yang mulia ini.

Ba’da dhuhur, setelah menyelesaikan prosesi penyembelihan dan makan besar, panitia baksos berpamitan dengan warga sekitar. Warga sekitar terlihat enggan melepas kepergian para panitia. Anak – anak TPA Nurul Islam pun masih menginginkan kegiatan TPA yang mengasyikkan bersama para panitia terus berlanjut dan berkesinambungan.

Rombongan pulang panitia terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama mengantar daging kurban ke posko pengungsian PDM Magelang, kelompok kedua kembali ke Sekretariat IMM, dan kelompok ketiga rehat sejenak menuju pantai setelah berhari-hari pikiran dan tenaga terforsir untuk mempersiapkan acara baksos.

Rangkaian acara bakti sosial PK IMM UNY 2010 berjalan lancar dan happy ending. Amanah dari para donatur telah tersalurkan dengan baik.

Kegiatan bukan hanya dinilai dari hasilnya, tetapi dari proses serta dari seberapa besar pelajaran yang dapat diambil dan dimanfaatkan untuk kemashlahatan umat.

Berlomba – lombalah dalam kebaikan. Sesungguhnya hidup adalah sebuah anugerah pasti dari Illahi tetapi hidup untuk menghidup – hidupkan Muhammadiyah adalah pilihan.

Hidup – hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah.

(KH. Ahmad Dahlan)

Fastabiqul Khairat!

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s