MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA

Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, mendudukkan pemerintah negara dengan fungsi yang lebih efektif, bukan hanya menjamin terlindunginya hak-hak asasi manusia warga negara, tetapi melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti kutipan berikut:
“kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”…


Dari kutipan di atas jelaslah bahwa ukuran utama bagi keberhasilan pemerintah negara Indonesia sebagaimana digariskan oleh para pendiri Republik Indonesia seharusnya adalah:
1. terlindunginya segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia, ini berarti bahwa di mana pun darah Indonesia tumpah, harus dilindungi, termasuk darahnya para TKI,
2. majunya kesejahteraan umum dan kemakmuran rakyat,
3. cerdasnya kehidupan bangsa,
4. bermartabatnya kedudukan Indonesia dalam percaturan global, dan bukan hanya terlaksana tidaknya demokrasi sebagai suatu sarana untuk mencapai tujuan.
Tanpa mengetahui dan memahami perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia pada saat pergerakan nasional sampai saat proklamasi kemerdekaan, kita tidak akan dapat memahami mengapa para pendiri Republik ini menuliskan kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” disamping “melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia”, “memajukan kesejahteraan umum”, serta “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Tampaknya mereka (para pendiri Republik Indonesia) yang cendekiawan dan pelajar sejarah peradaban dunia sadar bahwa pada saat Indonesia merdeka (memproklamasikan kemerdekaannya), dunia telah memasuki era peradaban modern yang mengglobal, baik ekonomi, politik serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tampaknya para pendiri Republik ini sadar bahwa pada saat Indonesia memasuki abad kegelapan yaitu periode di bawah kekuasaan penjajah, Eropa sudah mulai bangkit melalui Renaisance dan industrialisasi. Mudahnya kerajaan-kerajaan Nusantara satu per satu dikuasai dan dijajah oleh pendatang dari Eropa yang jumlahnya kecil (Inggris, Potugis dan Belanda) karena setelah Imperium Sriwijaya dan Majapahit runtuh dari dalam seperti runtuhnya Romawi, Nusantara menjadi puluhan kerajaan kecil, dan belum tersentuh oleh peradaban modern dalam segala segi kehidupannya, sebagian besar rakyat tidak tersentuh oleh budaya peradaban modern yang rasional dan berorientasi iptek. Karena itu para pendiri Republik Indonesia sadar bahwa tidak ada pilihan lain kecuali membangun Indonesia menjadi negara modern yang demokratis berdasarkan Pancasila. Ini berarti bahwa seluruh rakyatnya harus menjadi warga negara dari bangsa yang modern yang maknanya adalah warga negara yang rasional, demokratis dan berorientasi iptek dalam mengatasi segala masalah kehidupan sosial, ekonomi, dan politiknya.
Karena itu dapat disimpulkan bahwa “mencerdaskan kehidupan bangsa” bermakna membangun Indonesia menjadi menjadi bangsa yang maju, modern, dan demokratis, makmur dan sejahtera, berdasarkan Pancasila. Untuk membangun bangsa yang maju, modern, dan berorientasi iptek, rasional dan demokratis, diperlukan suatu proses transformasi budaya, yaitu revolusi dalam cara berfikir dan bersikap baik dalam bidang politik, ekonomi, industri, sosial-budaya, dan iptek. Untuk itu para pendiri Republik ini meletakkan sistem persekolahan (sistem pengajaran) sebagai wahana untuk terjadinya proses transformasi budaya.
Sejarah peradaban dunia menunjukkan peranan sistem persekolahan, terutama sejak era industrialisasi, dalam proses peradaban dunia menjadi modern. Dan lebih dari itu keberhasilan gerakan negara kebangsaan baik Jerman, Amerika Serikat, maupun negara kebangsaan lainnya juga berkat sistem pendidikan (persekolahan) nasional masing-masing negara tersebut.
Dalam kaitannya dengan ini kita patut berbangga karena Indonesia adalah salah satu dari tidak banyak negara yang memasukkan ketentuan tentang pendidikan dalam UUD. Hal ini dilakukan karena para pendiri Republik yakin bahwa misi membangun negara Indonesia yang cerdas kehidupannya, yaitu yang modern, maju, dan demokratis hanya dapat dilakukan melalui pendidikan. Inilah makna “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang nampaknya kurang dipahami.
Oleh: Zanuar R. Hadi

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s