Dirgahayu Negeriku, Dirgahayu Indonesia

Gaung kemerdekaan mulai berkumandang beberapa pekan yang lalu bersamaan dengan kesyahduan ramadhan yang melingkupi lini hati tiap insan di negeri kita tercinta. Hari ini 66 tahun yang lalu bertepatan dengan 9 Ramadhan 1366 Hijriah, bung Karno bersama para pahlawan bangsa menyatukan tekad untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno-Hatta.

Sang merah putih berkibar dengan gagah. Lagu-lagu nasional kebangsaan dikumandangkan dengan meriah. Namun, sudahkah kita renungkan arti sebuah kemerdekaan yang sebenarnya. Sudahkah kita laksanakan harapan para pahlawan bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat berkarya? Masihkah Qur’an yang harusnya menjadi pedoman kita bernegara hanya menjadi falsafah impian di atas awan?

Kemerdekaan, memiliki kata dasar merdeka yang diberi afiks ke- dan –an yang berarti ‘keadaan’. Merdeka bermakna bebas; lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung pada pihak tertentu. (KBBI, 2002: 736).
17 Agustus 1945, Indonesia terbebas dari jajahan bangsa lain. Kemerdekaan tercipta tak kan pernah bisa lepas dari sokongan dan dukungan para pemuda. Para pencetus kemerdekaan negeri ini pun adalah manusia-manusia juhud yang mendedikasikan hidupnya di usia muda.

Soekarno, presiden pertama RI mulai berkiprah di kancah pergerakan di usia yang masih muda, 21 tahun. Di usia itu pula, ia sudah mampu menggerakkan massa dengan tulisan-tulisannya yang mengobarkan semangat kebangsaan. Jenderal Sudirman, pahlawan bangsa yang sejak muda aktif di Hizbul Wathan Muhammadiyah diangkat menjadi panglima dan jenderal RI yang pertama dan paling muda di umur 31 tahun. Beliau abdikan seluruh nafas kehidupan untuk negeri tak peduli penyakit tuberkulosis akut yang menggeroti. Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, di usia 15 tahun merasa resah akan akhlak bangsa yang parah. Ia berguru dan menimba ilmu di Mekkah kemudian kembali ke bumi nusantara mencurahkan hidupnya untuk berjuang. Sementara, di usia 24 tahun Bung Tomo menggemparkan seantero negeri dengan pidato dahsyatnya di RRI pada November 1945. Dan masih banyak tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia lainnya yang berjuang dalam usia muda.

Para pelopor kemerdekaan mentasbihkan hidup mudanya untuk kemajuan bangsa. Sementara, kita di usia yang tak terpaut jauh masih berleha-leha tertatih mengurai masa dengan kesemuan waktu. Tak banyak, bahkan tak ada yang sudah kita berikan untuk pertiwi.

Hari ini, 17 Agustus 2011. Bangsa Indonesia mendapat hadiah terindah untuk kemerdekaan. Malam sebelum kemerdekaan bertepatan dengan malam ke-17 Ramadhan, Nuzulul Qur’an. Detik-detik pertama kali Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman dan falsafah hidup seluruh umat manusia. ENAM PULUH ENAM TAHUN Indonesia merdeka, sudahkah Al-Qur’an menjadi pedoman yang mengatur kehidupan kita berbangsa, bernegara, dan ber-bhineka tunggal ika? Mampukah kita berpedoman pada Al-Qur’an dengan tetap menghargai tinggi-tinggi perbedaan suku, ras, dan agama yang membudaya di Indonesia?
Sesungguhnya Rosulullah adalah sebaik-baik teladan yang mampu memaknai pedoman dalam Qur’an untuk diterapkan secara sinergis dalam kehidupan bernegara.

Begitu banyak PR kita sebagai generasi muda untuk melanjutkan estafet laju kemerdekaan. Kita lah yang sekarang bertugas mengemban cita-cita, citra dan cinta untuk negeri ini.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari dengan semangat fastabiqul khairat kita berkarya lanjutkan cita-cita para pahlawan bangsa. Dirgahayu Indonesiaku. Merdeka!

T.Barikly (Sekum PK Suman), 17 Agustus 2011

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s