Menjadi Suci, Meraih Kemenangan (Selamat Idul Fitri 1432H)

Sebuah budaya di bulan Romadhon yaitu ketika memasuki akhir akhir bulan maka pasar-pasar akan dipenuhi dengan tumpah-ruahnya manusia, harga barang naik, jalanan macet dipenuhi pemudik, serta kebiasaan-kebiasaan setahun sekali yang menjadikan negeri ini begitu unik. Tak bisa disalahkan jika kemudian budaya-budaya ini tumbuh dan terjaga hingga sekarang. Budaya mudik misalnya, walaupun tampak merepotkan bagi yang ‘mengamalkan’, tapi esensi dari acara tahunan ini adalah tentang silaturahmi, berkumpul bersama keluarga untuk menyongsong Idul Fitri, sungguh mulia. Bila kebiasaan-kebiasaan tadi dirangkum menjadi satu paket tradisi, esensi dari munculnya tradisi tersebut adalah sebagai gong akhir dari sebulan manusia berpuasa wajib di bulan  Romadhon.

Puasa Romadhon

Mengenai puasa Romadhon, terdapat banyak sekali hikmah-hikmah di dalamnya. Puasa Romadhon bisa diumpamakan seperti:  ketika kita mencharge diri kita untuk dipergunakan kembali selama sebelas bulan. Ibarat puasa itu sendiri, Romadhon adalah saat dimana kita saur, untuk kemudian berpuasa sehari penuh. Apa jadinya handphone tanpa baterai yang penuh? Puasa tanpa sahur?. Begitu  pentingnya puasa, termasuk di bulan suci Romadhon hingga Alloh mewajibkan kita untuk melaksanakannya. Ganjaran yang diberikan, tentu bukan main-main, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Alloh berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqoroh: 183)

Sungguh menjadi umat yang bertaqwa bukanlah perkara yang mudah. Seorang yang giat menjalankan sholat wajib belum tentu mendapat predikat orang yang bertaqwa, jika dalam hatinya belum ada rasa ikhlas serta belum mendapatkan ridho Alloh. Kita semua tahu, bahwasanya ridho Alloh adalah sebagai stempel resmi untuk amalan-amalan kita agar diterima disisiNya.  Nah, dari Surat Al-Baqoroh : 183  inilah Alloh memberikan petunjuk pada kita, bahwasanya melalui puasa-lah kita selangkah lebih dekat menuju umat yang bertaqwa.

Beberapa faedah-faedah berpuasa:

  1. Puasa melatih umat islam untuk sabar dan tabah dalam mengemban masalah dan musibah yang menghampiri kita setiap saat.
  2. Puasa membuat kita ingat kepada fakir miskin yang kelaparan

Lebih jauh lagi, bukan hanya menahan lapar dan haus (ju-‘u wal’athasyu) tapi makna puasa juga mencakup menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk baik yang zhahir (nyata) maupun yang bathin. Seorang yang rajin berpuasa, tapi dalam hatinya masih ada rasa dengki, hasud dkk, maka puasanya akan sia-sia. Seseorang berlapar dahaga hanya untuk sebuah hal yang sia-sia, karena ada secuil rasa iri, dengki, sombong dihatinya, tentu itu bukanlah menjadi orang yang demikian  yang kita harapkan. Naudzubillah mindzalik.

Uraian di atas telah menunjukan begitu urgent-nya puasa Romadhon. Maka sudah selayaknya bagi kita untuk memaksimalkan amalan-amalan di akhir-akhir bulan Romadhon, termasuk puasa itu sendiri, disamping bersia-siap untuk menyambut hari Idul Fitri atau satu Syawal. Apakah kemudian kita sedih karena sebentar lagi akan ditinggal bulan suci ini, ataukah kita akan bersukacita karena telah memaksimalkan amalan di bulan ini adalah suatu pilihan bagi orang-orang yang benar-benar peduli terhadap dirinya.

Idul Fitri

Setelah sebulan penuh berpuasa (29 sampai 30 hari), maka akhirnya kita akan bertemu dengan sebuah hari yang ‘sakral’ bagi umat islam. Di hari ini, di negeri ini,  hampir seluruh elemen keluarga berkumpul dari yang dulunya terpisah, saling bertemu kangen melepas rindu setelah mungkin setahun tak bertemu. Seorang anak nun jauh di sana, rela pulang ke desa untuk bertemu bapak-ibunya, untuk kemudian ‘sungkem’ kepada mereka. Begitu indahnya suasana di hari ini, hari kemenangan umat Islam sekaligus hari dimana kita menjadi ‘suci’ kembali.

Hari kemenangan, yaitu ketika kita telah sukses menaklukkan hawa nafsu (dalam bentuk puasa) selama sebulan penuh. Selama bulan Romadhon, kita melaksanakan suatu ibadah yang memang benar-benar menuntut kita untuk menjadi manusia yang ikhlas. Dari Abu Hurairah Rasululloh bersabda  :

“Setiap amal ibnu Adam baginya, maka kebaikan itu diberi pahala kebaikan semisalnya dengan sepuluh kali lipat sampai 700 lebih. Kecuali berpuasa, dia itu untuk-Ku; aku akan membalasnya. Seseorang meninggalkan makanan dan dorongan nafsunya, Karena Aku, meninggalkan minuman dan dorongan nafsunya, karena Aku juga, dan itu semua untuk-Ku, maka Aku akan membalasnya” (HR. Ahmad, Tirmidzi, al-Darimi dan Malik)

Ibadah puasa adalah ibadah yang tidak terlihat, berbeda dengan ibadah lain semacam sholat, zakat, haji, dan lainnya. Tidak ada perbedaan antara orang yang berpuasa dengan orang yang tidak melaksanakannya. Jadi sekali lagi, di sini umat Islam dituntut keikhlasannya untuk memerangi hawa nafsu (lahir maupun batin) sehingga hatinya kembali menjadi fitri (suci) lagi.

Hari dimana kita kembali menjadi suci. Pada hakikatnya, manusia diciptakan dalam keadaan fitrah. Maka, ketika seseorang merayakan Idul Fitri, dan dia telah berhasil memaksimalkan ibadah di bulan Romadhon yang suci dengan ikhlas dan benar, maka orang tersebut akan mendapati hatinya putih kembali. Selayaknya kita akan kembali seperti awal kita dilahirkan di dunia. Dosa-dosa yang pernah dilakukan akan dihapuskan Alloh karena amalnya di Bulan Romadhon. Lebih hebat lagi ketika seseorang melanjutkan puasa 6 hari di bulan Syawal setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Romadhon, maka pahalanya seperti puasa setahun. Sungguh Alloh memberikan ganjaran yang melimpah bagi hambaNya yang taat.

Indahnya Bulan Romadhon, dan begitu menawannya hari raya umat Islam, Idul Fitri. Semoga kita mendapatkan barokah dari keduanya. Semoga yang kita lakukan di bulan Romadhon bukanlah termasuk hal yang sia-sia, sehingga kita benar-benar menjadi insan yang suci yang berhak mendapatkan kemenangan. Allohuakbar, Allohuakbar walillahilham!

Billahifisabililhaq, fastabiqul khoirot

Pos ini dipublikasikan di Bacaan, Uncategorized. Tandai permalink.

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s