Tafsir Surat Al-Mujadalah Ayat 11-13


Tafsir Surat Al-Mujadalah Ayat 11-13

Oleh : Taufiq Hudaya

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا قيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَ إِذا قيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ وَ اللَّهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبيرٌ
11. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah pada majlis-majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan bagi kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu ; Berdirilah ! “, maka berdirilah Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang~rang yang diberi ilmu beberapa derajat ; Dan Allah dengan apapun yang kamu kerjakan adalah Maha Mengetahui.


يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا ناجَيْتُمُ الرَّسُولَ فَقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْواكُمْ صَدَقَةً ذلِكَ خَيْرٌ لَكُمْ وَ أَطْهَرُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحيمٌ
12. Wahai orang-orang yang beriman? Apabila kamu hendak rnengadakan pembicaraan tersendiri dengan Rasul hendaklah kamu dahulukan mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraaan itu; Demikian itulah yang baik bagi karnu dan lebih bersih. Tetapi jika tidak kamudapati maaka sesungguhnya Allah adalah Maha Penganmpun lagi Maha Penyayang .

أَأَشْفَقْتُمْ أَنْ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْواكُمْ صَدَقاتٍ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَ تابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقيمُوا الصَّلاةَ وَ آتُوا الزَّكاةَ وَ أَطيعُوا اللَّهَ وَ رَسُولَهُ وَ اللَّهُ خَبيرٌ بِما تَعْمَلُونَ
13. Apakah takut kamu. mengadakan sedekah sebelum pertemuan itu ? Maka jika tidak kamu kerjakan dan Allah pun memberi taubat kepada kamu, maka dirikanlah sembahyang dan keluarkanlah zakat dan tha’atilah Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah Maha Tahu denga apa yang kamu kerjakan.

Allah memerintahkan dengan memanggil Hai orang-orang beriman menandakan peringatan bagi kebaikan dan untuk menjauhi keburukan. Apabila hendak bertemu dengan Nabi maka hendaklah memberi sedekah agar para sahabat merasa segan kepada Rasul, dan ini hanya dikhususkan buat Rasul. Dan bila tidak punya sesuatu yang data disedekahkan maka diperintahkan untuk menunaikan shalat dan memberikan zakat. Karena ibadah sedekah ini bukan satu-satunya ibadah karena ada ibadahpengalihannya apabila sdekah tidak dapat dilakukan maka dapat dialihkan dengan melakukan shalat dan zakat. Namun berbeda lagi dengan shalat, jelas kalau shalat merupakan tuntunan yang telah Allah syariatkan untuk dilakukan apaupun alasannya shalat harus terus dilaksanakan. Dan salah apabila ada yang beranggapan bahwa apabila kita niatnya udah kepada Allah maka kita tidak perlu shalat lagi karena niatnya sudah tercapai, yaitu sudah niat untuk menyembah/mengagungkan Allah. Karena shalat bukan ibadah yang hanya mencari tujuan yang dicapai sehingga apabila tujuan yang tercapai telah didapat maka tidak perlu melaksankan ritualnya lagi, ini berbeda dengan ibadah shalat. Namun bila sedekah adala termasuk tipe yang ada diatas untuk mencapai tujuannya setelah dicapai tujuannya maka tidak perlu melakukan ritualnuya lagi. Dan juga bahwa perintah untuk shadaqah ketika mau berbicara kepada Rasul termasuk perintah yang kontemporer, yang sementara.
Apabila kamu merasa takut untuk menjadi miskin karena telah melakukan sedekah. Dalam pembahasann yang ini saya tidak terlalu menangkap apa yang disampaikan oleh ustad ridwan hamidi, yang saya dengar beliau menyingung tentang orang munafiq yang kedudukannya buakan sebagia orang kafir yang jelas posisinya dan bukan pula seorang muslim. Posisisnya tidak jelas ketika di depan kaum muslimin munifiqin berpura-pura untuk shalat, mengaji dll. Sebenarnya oaring munafiq belum hadir ketika Rasul berdakwah selama 13 tahun di Makkah munculnya orang munafiqin setelah perang badar. Dari kisah Rasul tentang istrinya(aisyah) yang bersama Abdurrahman bin Auf tertinggal rombongan yang kira-kira jauhnya sekitar dari klaten-jogja. Orang-oarang munafiq membuka perasangka-prasangka yang dapat menimbulkan fitnah tapi sejatinya itu tidak terjadi. Orang munafiq memainkan peramainan probabilitas, misal dari klaten-jogja Aisyah dangan Abdurrahman bin auf diperjalanan ngapain aja ya?, itulah api-api fitnah yang ditimbulkan orang munafiq. Dan kata( ) bahwa Allah MAha Tahu dengan sedetail detailnya. apa yang sedang diperbuat,yang telah diperbuat, dan yang akan diperbuat. Dan perbuatan yang yang dalam niat pun Allah sudah tahu, misalnya sepaerti Allah mengerti apa gerakan shalat yang kita lakukan dan juga niat dan kekhusyuan shalat Allah Mengetahuinya. Dari sebelum lahir Allah telah mengetahui perjalanan hidup seluruh hamba-Nya. Misalnya penngajian ahad pagi ini Allah sudah mengetahuinya jauh-jauh sebelum orang-orang yang mengikuti pengajian ini lahir. Dengan sangat detail Allah mengerti apa yang kita kerjakan.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s