Talkshow Kewirausahaan “Menjadi Entrepeneur Muslim, Muda dan Mendunia”

 

RIMG0942

“Usaha tidak hanya dengan modal uang. Modal berwirausaha ada dua yaitu terukur, uang dan lain sebagainya, dan tak terukur yaitu spiritual; tadarus, istiqomah, dan berinfaq di jalan Allah.” (Ibu Himmatul Hasanah S. Pt., MP)

Cik Di Tiro – Talkshow Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Bidang Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Kewirausahaan PK IMM K. H. Ahmad Badawi UNY  pada Ahad 20 April 2014 ini terbuka untuk umum. Kegiatan bertajuk“Menjadi Enterpreneur Muslim, Muda dan Mendunia” dihadiri empat puluh lima peserta, baik mahasiswa maupun non mahasiswayang sangat antusias untuk berwirausaha.

Acara dimulai pukul 09.10 WIB dan dipandu oleh Immawati Rahma Muslihah, Pend. Luar Biasa FIP UNY 2012. Seperti halnya acara-acara lain yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, khususnya Universitas Negeri Yogyakarta, talkshow kali ini juga diawali dengan tilawah yang dilantunkan oleh Immawati Fikani Siti Mahmudah dari IMM UIN Komisariat Syari’ah, jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga. Kemudian para pesertamenyanyikan mars Muhammadiyah sekaligus mars IMM yang dipandu oleh Immawati Ayu Chandra Sukmawati, PBSI FBS UNY 2012.

Moderator talkshow yakni Immawan MuhammadZulfiIfani, pebisnis muda yang tengah menekuni Development Communication di Sekolah Pascasarjana UGM, memantik peserta dengan mengemukakan pengalamannya dalam berwirausaha.Selanjutnya, pemateri yaitu IbuHimmmatul Hasanah, S.Pt., MPmemulai diskusi dengan memutarkan video perekonomian di Indonesia yang menyatakan sebuah realita bahwa hutang Indonesia ke luar negeri sampai saat ini sudah mencapai sekitar 4000 triliyun.

RIMG0948

Dosen FMIPA UNY yang berkecimpung di PP Nasiatul ‘Aisyiyah ini juga mengemukakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negara yang kaya, akan tetapi belum mampu untuk mengolah sumber daya secara maksimal sehingga banyak pihak asing yang mengeruk kekayaan alam Indonesia. Selain itu produk masyarakat  yang kita konsumsi setiap hari dari bangun sampai tidur lagi adalah produk asing, seperti Danone, Nestle, Unilever, dsb.

Di samping itu, karakter masyarakat Indonesia telah dihancurkan dengan persepsi asing, banyak yang menyepelekan usaha ekonomi rakyat. Sebagai contoh kecil, telah banyak minimarket yang masuk di lingkungan kita, seperti Alfamart dan Indomart. Persepsi masyarakat di minimarket-minimarket seperti itu lebih lengkap dan komplit daripada toko-toko atau warung-warung biasa sehingga omzet toko-toko biasa turun dan banyak pedagang tradisional bangkrut tiap tahunnya.

Salah satu Bupati di Kalimantan Selatan, tepatnya di kabupaten Baru, menolak adanya minimarket seperti Alfamart dan Indomart sehingga peluang produk asing untuk berkembang sangat minim. Jikapun ada, jaraknya mencapai 20 km per minimarket. Dengan demikian usaha lokal di kabupaten Baru dapat dikembangkan.

Bu Himma juga berbagi cerita ketika usaha beliau sedang mengalami krisis. Beliau jatuh hingga 17 milyar pada tahun 2011, namun kini usaha yang dikelola beliau telah bangkit dan menuai sukses. Beliau mengatakan untuk sukses menjalani usaha tidak cukup hanya dengan sekali jatuh. Kita harus berani mencoba berulang kali. Ketika kita sudah tidak bisa mengahadapi  masalah tersebut maka larilah pada Allah karena investasi yang sesungguhnya adalah di akhirat, yaitu dengan melakukan sedekah.

Bu Himma mengatakan bahwausaha tidak hanya dengan modal uang. Modal berwirausaha ada dua yaitu terukur, uang dan lain sebagainya,  dan tak terukur yaitu spiritual; tadarus, istiqomah, dan berinfaq di jalan Allah.

Masihkah kita takut dengan kegagalan dalam berwirausaha? (Najmi/ Faskhapers)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Talkshow Kewirausahaan “Menjadi Entrepeneur Muslim, Muda dan Mendunia”

  1. Zulfi berkata:

    Fastabiqul Khairat!
    Udah nyoba tips sedekah utk nyari ide usahanya?😀

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s