Trilogi Iman, Hijrah, dan Jihad

Kajian malam selasa di Aula Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta

Oleh Prof. Dr. Yunahar ilyas, Lc. MA

Trilogi Iman, Hijrah, dan Jihad

Al-anfal:72

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Trilogi iman, hijrah dan jihad ini berlaku bagi orang muhajirin yang telah berbaiat kepada Muhammad SAW menuju Madinah dan kemudian berjihad. Lalu apakah ini berlaku bagi kita sekarang? Bagaimana implementasinya? Haruskan ketiganya dilakukan masa kini? Bagaimana caranya?

Rasul bersabda, “tidak ada lagi hijrah setelah fathu makkah”. Hijrah kini dimaknai berpindahnya dri satu kondisi ke kondisi lain. Apa yng menentukan hijrah kita? Hijrah dimaknai sebagai meningglkan suatu negeri karena tidak dapat bertahan untuk bebas menjalankan agama. Bukan semata-mata hijrah transmigrasi untuk mencari penghidupan saja.

Kisah seorang mahasiswa yang hijrah ke jogja kemudian mendapati kosnya bebas dimana wanita bebas keluar masuk. Kemudian dia memutuskan menjaga diri dengan merubah penampilan yakni ia menggunakan peci hitam kemana-mana. Tapi bisa dikatakan hijrah ketika ia pindah kos karena menghindari efek yang tidak baik karena lingkungannya itu.

Jihad dalam periode mekkah belum dimakni perang, namun hanya berusaha keras. Sedangkan pada periode madinah, jihad sudah dimaknai dengan perang, mengerahkan secara optimal potensi yang kita miliki. Termasuk bersedekah demi kepentingan fi sabilillah baik materi, ilmu, dan tenaga. Sedangan dalam Al-Quran banyak disebutkan bersedekah dan berjuang dengan bi mwaalihim wa anfusihim, namun juga ada ayat yang menyebutkan wa anfusihim wa amwalihim. Kenapa seperti tidak konsisten? Yang mana yang didahulukan? Inilah mengedpankan kondisi. Ketika ada tantangan perang, bukan harta yang didahulukan, tapi jiwa untuk dikorbankan.

Alasan diperbolehkannya berperang

  1. Membela diri. Al-Baqarah: 191

فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ

Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka.

  1. Untuk membela kebebasan beragama. Orang barat menuduh islam disebarluaskan dengan pedang sehingga bermunculan lambang-lambang pedang dan Al-Quran. Sangkalan yang bisa dipaparkan adalah melalui kisah Umar bin Khattab yang mendatangi Persia membawa pasukan, apakah itu membela diri? Apakah jihad hanya untuk membela diri? tIDAK! Bukan hanya itu, tapi juga untuk menghilangkan fitnah. Al-Baqarah:193

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

Fitnah disini adalah tekanan, paksaan bagi umat Islam untuk meninggalkan agamanya. Sehingga semua kekuatan yang membatasi kebebasan kita. Perlu membuka pengertian bahwa fitnah bukan hanya “tuduhan”.

Maka di trilogi ini berasal dari sejarah kaum muhajirin. Sedangkan dalam kontekstual, sudah seharusnya kita mengamalkan semangat kaum muhajirin. Begitu pula dengan orang-orang anshar yang suka menolong. Dan seluruh umat tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Maa persatuan menjadi penting!

ِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

Maka trilogi ini hrus dipelihara, tidak harus urut. Tidak harus pindah ke irian tau kemudian membunuh dengan bom bunuh diri. Namun yang perlu diambil adalah semangat trilogi ini ketika kebebasan menjalankan agama Islam dihalang-halangi oleh pemimpin atau pihak-pihak tertentu. (Ardt)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s