Masjid Buat Siapa?

Oleh IMMawan Ahmad Hawari Jundullah

Ketika saya pergi ke masjid di dekat rumah di perkampungan, saya lihat sedikit sekali anak muda yang datang untuk shalat berjamaah, ternyata kebanyakan adalah orangtua yang dari raut mukanya terlihat sedang mempersiapkan pahala buat sisa umur mereka yang tak lagi lama. Ternyata masjid hanya untuk orangtua.

Ketika saya ke masjid kampus saat waktu shalat tiba, yang saya lihat tidak sampai 30 persen atau bahkan hanya sekitar sepersepuluh dari “rombongan anak kuliah yang bergerombol” yang pamit kepada teman-temannya untuk ke masjid, mereka terlihat cupu, bajunya “maksa” keren atau malah tidak keren sama sekali, tidak asyik diajak “ngobrol”, “nggak hitz”, “nggak swag”. Ternyata masjid hanya untuk anak cupu.

Ketika saya pergi ke masjid di sebuah gedung dakwah, yang saya lihat memang banyak orang yang di masjid dari berbagai usia, tetapi tidak kalah banyak juga setiap kantor yang saya lewati masih berlangsung rapat dengan pembicaraan seru yang mereka katakan sebagai “amar ma’ruf nahi munkar” lah, “berjuang untuk kepentingan umat” lah, pret! Ternyata masjid hanya untuk orang yang tidak punya jam terbang tinggi dan tidak jago rapat.

Namun, ada masjid yang belum pernah saya kunjungi dan saya ingin berkunjung ke sana, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Menurut cerita yang sering saya dengar bahwa ketika adzan berkumandang, seluruh kegiatan di sana dihentikan, apapun itu, sepenting apapun itu. Gerombolan manusia memadati masjid dari berbagai kalangan usia, pekerjaan, status, latar belakang, tak ada sama sekali perbedaan yang membuat mereka berpikir dua kali untuk ke masjid, persamaan mereka hanya satu, yaitu mereka adalah muslim. Akhirnya saya tahu pasti, masjid adalah untuk seluruh umat muslim tanpa terkecuali.

Sebenarnya, sepenting apa sih shalat jamaah di masjid? Tergantung Anda memprioritaskannya. Untuk apa memenuhi panggilan-panggilan dosen untuk kuliah hingga melupakanmu untuk mendatangi panggilan-Nya, sedangkan yang menciptakan dosenmu dan menghendaki kuliahmu, adalah Allah? Untuk apa memenuhi panggilan pekerjaan, namun kau lewatkan begitu saja panggilan-Nya, sedangkan yang memiliki dan Maha Pemberi Rezeki adalah Allah? Untuk apa memenuhi panggilan rapat dakwahmu sehingga melupakanmu untuk memenuhi panggilan-Nya, padahal Dia adalah yang kau mintai tolong dalam kelancaran acara, kelancaran kegiatan, dan kemudahan-kemudahan yang lannya? Lalu kapan kau prioritaskan shalat jamaahmu yang HANYA Allah perintahkan 5 x 10 menit sehari, atau kurang lebih hanya satu jam dari 24 jam yang Allah berikan selama sehari, sedangkan Dia lah yang menciptakanmu, menghendaki dirimu hingga bisa menjadi seperti sekarang, dan mengembalikan nyawa kita setiap bangun pagi? Jasa Allah apalagi yang kau inginkan untuk membuatmu sadar akan shalat jamaah? Maa Syaa Allah.

Jadilah murid yang pintar, tapi rajin ke masjid.
Jadilah keren, gaul, “hitz”, “kece”, “SWAG abis”, tapi rajin ke masjid.
Jadilah orang yang sibuk, jago rapat sana-sini, tapi rajin ke masjid.
Mari kita tunjukkan masjid adalah untuk seluruh umat muslim TANPA terkecuali.

Karena semua prestasi yang kita miliki tak akan ada artinya jika memenuhi panggilan Sang Penghendaki prestasi kita saja masih sering lalai, Na’udzubillahi min dzaalik.

Saya tetaplah manusia yang penuh khilaf, ke masjid pun masih terkadang dihinggapi rasa malas. Tapi inilah keprihatinan yang sedang saya rasakan terhadap saya sendiri dan sekitar saya. Maka dari itu marilah saling mengingatkan dan menyampaikan, karena tak perlu menunggu menjadi sempurna dulu baru mau mengingatkan, jika memang seperti itu, maka tidak akan ada orang yang berani mengingatkan karena merasa minder bahwa dirinya belum sempurna. Dakwah yang Anda sampaikan juga akan menjadi cambuk dan peringatan bagi diri Anda jika Anda sendiri belum bisa mengamalkan apa yang Anda sampaikan.

Wallahu a’lam bisshowab

Fastabiqul khairat!

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Terima kasih atas komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s